Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Titin Nurjanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Titin Nurjanah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2014

OPINI

Oleh : Titin Nurjanah

Atas nama mahasiswa
Tridarma perguruan tinggi negeri itu salah perbedaan mendasar antara siswa dan mahasiswa. Siswa hanya bertanggung jawab pada satu hal sedangkan mahasiswa terdapat penelitian dan pengabdian di dalamnya yang lipatan kali lebih besar tanggungjawabnya.  Ketiga kompunen ini melakat dalam diri mahasiswa disadari atau tidak stiap mahasiswa akan melewati taham demi tahap tridarma perguruan tinggi.
Pendidikan sebagai seorang mahasiswa sudah terlihat dengan jelas, kuliah dengan perhitungan SKS tidak dikatan mahsiswa bila kita tidak berada didalam kelas belajar sesuai dengan bidang yang kita pilih dan kita pelajari. Syarat mahasiswa bisa melepaskan ststusnya dan mendapat gelar adalah yang paling dasar adalah memenuhi SKS minimal yang telah ditentukan walau ada beberapa persyaratan lainnya missalnya Skripsi, TOFL KKN dan lainnya. Pendidikan mahasiswa ini lebih spesifik dibandingkan dengan siswa. Mahasiswa harus menguasai satu bidang tertentu sehingga seharusnya lulus harus memeliki kemampuan di satu bidang yang telah dia pelajari. Sering orang mengatakan bahwa pendidikan dapat diukur dengan IPK siapa yang memiliki IPK tinggi maka dia bisa dikatakan sukses dengan pendidikannya.  Benar,  tidak salah dengan pernyataan itu karena salah satu ukuran hitam diatas putih  untuk mengetahui suskses tidaknya mahasiswa dalam pendidikannya adalah dengan IPK namun ada ukuran yang lain misalnya pemahaman yang lebih dari sekedar IPK bisa juga yang menjadi tolak ukur adalah menang dalam berbagai lomba yang telah diikutinya.
Tridarma yang kedua adalah penelitian, wujud dari penelitian adalah berbagai bidang PKM, skripsi  atau penelitian-penelitian lain. Standart minimal dari penelitian adalah sripsi semua dari mahasiswa harus melalui tahap ini bila ingin mendapatkan toga kelulusan.  Secara umum  Substandi dari penelitian itu sendiri adalah memberi gambaran dan mempermudah. Melihat realitas dibalik realitas itu sendiri biasanya ini dilakukan oleh peneliti-peneliti sosial sehingga kita mengerti apa yang dibutuhkan apa yang diperlukan dan bagaimana seharusnya yang kita lakukan setelah melakukan penelitian tersebut apa pelajaran berharaga yang kita dapatkan. Sedangkan penelitian-penelitian dalam bidang Sains tujuan utamanya adalah memepermudah kegiatan manusia. Bagaimana seorang calon dokter bisa menemukan inovasi baru untuk mengobati orang yang sedang sakit.
Pengabidian masyarakat adalah satu pilar dari tridarma perguruan tiggi negeri. Bukannya tidak menyediakan space untuk ini, dalam perjalannan sampai menjadi sarjana mahasiswa terdapat suatu proses tahap dimana kita harus melakukan KKN. Dengna KKN inilah kita selama hampir sebulan terjun dalam masyarakat  untuk mengambdi dalam masyarakat. Mahasiswa belajar mengabdikan dirinya untuk kepentingan masyarakat.
Dalam kuliah selama 4 tahun sebenarnya sdah terjawab tridarma perguruan tinggi tersebut. Masalahnya apakah hanya dengan itu yang dapat kita lakukan. Mahasiswa  yang mendapat status sebagai agen perubahan dan iron stoge seharusnya bisa lebih dari itu.
Pendidikan kita dapat mengembangkan tidak hanya melalui bangku kuliah saja namun dengan berbagai pelatihan dan pengembangan diri lainnya, misalnya les, ikt seminar , dan bagaimana menerapkan pendidikan dalam realitas sosial, mempelajari bidang ilmu yang tidak hanya teks book saja tetapi dengan memahaminya dengan kaca mata realiatas yang sebenarya.
Penelitian yang kita lakukan seharusnya tidak menunggu skripsi terlebih dahulu tetapi dapat kita wujudkan melalui PKM, dapat kita wujudkan melalui lomba untuk mengasah kemampuan kita dan utuk mempersiapkan ketika kita membuat skripsi suatu saat nanti ketika akan lulus. Berkontriusi lebih dalam bidang penelitian. Sebagai kaum intektual yang menerapkan ilmu yang dia peroleh dapat berupa penelitian.
Sebagai mahasiswa dalam mengabdi pada masyarakata kita dapat lakukan kapan  saja tidak harus menunggu adanya KKN dulu. Banya organisasi dalam amaupun luar kampus bergerak dalam bidang pengabdian masyarakan atau mahasiswa juga mewujudkan pengabdiannya sesuai dengan kemampuannya dan dengan caranya sendiri yang pasti berbeda dengan yang lainnya. Rasanya malu bila kita membuka mata dan melihat beberapa orang membagi hidupnya untuk membuang sampah demi saudaranya agar tidak terjadi kebanjiran, beberapa orang rela berjalan menyapu jalan untuk menyapu paku yang sengaja ditebar. Demi saudaranya dia rela berjalan memungut paku agar tidak bocor ban saudara kita atau bahkan ban kita. Beberapa orang menyisishkan uang untuk saudaranya demi saudaranya yang kelaparan. Beberapa orang rela menyisihkan waktu mereka untuk mengajar anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan.
Ayo mahasiswa tunjukan kontribusi penuhmu sebagai mahasiswa, jangan sampai nanti lulus hanya memliki kemampuan standart saja tetapi tidak memiliki ilmu yang lebih, bergerak dan terus bergerak hingga kau lelah dan tidak dapat bergerak, hingga kau tidak mau dan tidak mampu untuk berhenti bergerak seperti darahmu yang mengalir.

Minggu, 28 Juli 2013

JUST KIDDING

Oleh : Titin Nurjanah

Salah sasaran
Hari ini ada kegiatan dalam organisasi yang kuikuti, mengharuskankku untuk perPakaian rapi dan memakai jaket almamater, setelah selesai acara  dari kampus aku  segera meluncur ke daerah Manyar, ada panggilan tugas untuk memberikan pelajaran tambahan, ekonomi mahasiswa pinggiran memang agak kembang kempis, berbagai cara dilakukan untuk sekedar makan atau membayar kost, terutama aku yang liburan masih menelusuri kota Surabaya demi recehan yang bernama rupiah.

Sore itu aku masuk gang komplek yang lumayan sepi,  aku agak terburu-buru aku berhenti sejenak tepat di berhenti  tepat di depan mobil avanza yang sedang parkir berlawanan arah, aku melapas jaket almamter yang masih kuPakai, rasanya kurang etis kalau bertamu ke rumah.
Loh, saya melanggar ta Pak??” aku tidak merasa melalukan pelanggaran, apa aku yang tidak tahu pearturan lalu lintas? Pikirku dalam hati.
“Iya kamu berhenti sembarangan kan tadi?” Pak Polisi menegur.
“Keluarkan SIM” kata Polisi yang satunya.
“Gak punya Pak  hehe “  tanpa rasa bersalah  sambil mencoba mencairkan suasana.
Keluarkan STNK” kata Polisi.
“Kalau ini saya punya Pak” Aku membuka dompet, ternyata tidak ada.
Oh iya di dalam jaket hehe” mengingis sambil memandang Pak Polisi.
Mbaknya pelajar kuliah kerja?”
“Kuliah Pak, tapi ini saya sambil kerja ngelesin Pak”
“Asalnya dari mana?”
“Lamongan Pak”
“Lampung ya?”
“Hehe iya tepatnya lamongan kampong”
Orang ini tahu aja, jangan jangan mukaku udah kampungan lagi, hati hati aja Pak, gak akan ada yang ikut sidang atau mengeluarkan uang sepeser pun atas penghinaan ini”  bisik setan dalam hati.
“Karena melanggar dan tidak membawa SIM mbak harus ikut sidang” kata Pak Polisi menawarkan pilihan.
“Haduh Pak, saya sudah terburu-buru, ini juga sudah terlambat sebenarnya”
“Atau bayar denda” Pak Polisi memeberikan tawaran.
“Denda Pak? Tega ya?“ aku mengeluarkan dompet membuka dan menunjukkan kepada orang-orang di depanku, sebenarnya isinya banyak, mungkin terlalu banyak banyak untuk diambil. 1 lembar pecahan 5000, 1 lembar pecahan 1000, 2 koin 500, 4 koin 200 dan 3 koin 100. Hmmm tersenyum padaku dengan nada kecewa.
“Nanti kalau ban sepeda kamu bocor gimana?”
“Kan masih ada 5000 Pak”
“Cek cek..  mahasiswa , kamu itu nglanggar tidak punya SIM”.
“Iya Pak” dalam hatiku lebih tepatnya sudah melanggar tidak punya SIM dan tidak punya uang
….
Tips buat kamu-kamu  yang gak punya SIM,
1. Jangan simpan uang di dompet, simpanlah uang di kaos kaki atau di bawah bantal
2. Tampilkan muka melas,
3. Jangan perlihatkan kalau kamu takut.

 

Daftar Blog Saya